Telah dimuat pada Harian Batak Pos, 25 Juli 2008
Di Ambon, 5 Juli lalu, Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengatakan bahwa warga yang sengaja tidak menggunakan hak pilihnya (golongan putih/golput) baik dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) maupun pemilihan umum (pemilu) semestinya tidak boleh menjadi Warga Negara Indonesia (WNI). Menurut Megawati, sengaja menjadi golput sangat [...]
Rangkuman Tulisan dan Pemikiran Seorang Victor Silaen (VS)
Victor Silaen’s Page
Currently browsing posts found in July2008
Opini : Megawati dan Megagolput
Buku : Gerakan Perlawanan Rakyat dan Dilema Budaya Batak
Judul Buku: Gerakan Sosial Baru
Sub-judul: Perlawanan Komunitas Lokal pada Kasus Indorayon di Toba Samosir
Penulis: Victor Silaen
Pengantar: George Junus Aditjondro
Penerbit: IRE Press, Yogyakarta
Cetakan: Pertama, 2006
Tebal Buku: xlix + 472 halaman (7 bab, 8 tabel, 3 gambar, 4 lampiran)
Gerakan Perlawanan Rakyat dan Dilema Budaya Batak
Resensi oleh : Paul Makugoru
Setidaknya sudah ada dua buku yang membahas masalah Indorayon [...]
Irasionalitas Politik dan Politik Nirmoral
Telah dimuat pada Harian Seputar Indonesia, 22 Juli 2008
Dengan semakin demokratisnya Indonesia, mestinya proses-proses politik dikelola berlandaskan rasionalitas dan moralitas. Itu berarti semua elit politik yang terlibat dalam sidang-sidang parlemen seharusnya selalu baku-argumen berbekal wawasan yang memadai, rasionalitas yang tinggi, dan nurani yang hiraukan kaidah-kaidah moral. Begitu pula seharusnya para pejabat tinggi negara yang bermitra [...]
Resensi Buku - Peran Gereja dalam Penegakan HAM
Judul: Gereja dan Penegakan HAM
Editor: Ruddy Tindage dan Rainy MP Hutabarat
Pengantar: JB Banawiratma
Penerbit: Penerbit Kanisius, Yogyakarta bekerja sama dengan BUMG Gereja Masehi Injili di Halmahera
Cetakan: Pertama, 2008
Tebal: 251 halaman
Telah banyak buku perihal hak asasi manusia (HAM) yang diterbitkan selama ini, baik yang ditulis oleh para ahli dan pengamat HAM di Indonesia maupun para ahli dan [...]
Puisi “Tidaaak!” untuk DPR
Telah dimuat pada Harian Seputar Indonesia, 19 April 2008
Mana yang lebih penting bagi DPR: melaksanakan rencana mengganti karpet lantai di Gedung DPR dengan biaya miliaran rupiah, atau berupaya menolong rakyat kecil yang hari-hari ini kesulitan mendapatkan gas dan minyak tanah? Mana yang lebih penting bagi wakil rakyat yang duduk di DPR karena mendapatkan kepercayaan rakyat [...]
Paradigma Usang tentang HAM
Sebaik apakah pemahaman kita akan hak asasi manusia (HAM)? Apa bedanya antara hak asasi dan hak (tanpa “asasi”)? Siapa sajakah yang mempunyai hak (baik tanpa “asasi” maupun dengan “asasi”) itu? Manusia (persona) sajakah atau lembaga (non-persona) juga? Pertanyaan-pertanyaan ini penting diajukan, mengingat Indonesia pada 10 Mei lalu telah terpilih menjadi anggota Dewan HAM PBB (didukung [...]
Reformasi, Pers dan Kebangkitan Kesadaran
Telah dimuat pada Harian Seputar Indonesia, 5 Juli 2008
Sebuah penanda penting tentang perubahan di era pasca-Soeharto adalah terjadinya kumulasi aksi unjuk rasa di mana-mana. Pelaku aksi tersebut berserakan mulai dari kelompok mahasiswa, buruh, aktivis organisasi non-pemerintah (ornop), dan kelompok-kelompok lainnya. Isu yang diusung melalui aksi-aksi tersebut pun beragam, baik yang berkenaan dengan aspek ekonomi, politik, [...]
Demokrasi di Antara Rasionalitas dan Moralitas
Telah dimuat di Harian Batak Pos, 3 Juli 2008
Di aras prosedural, melalui pemilu atau pilkada, apakah demokrasi yang bergulir deras di Indonesia pasca-Soeharto telah menghasilkan para pemimpin yang berkualitas? Jawabannya: tidak. Karena, demokrasi memang tidak didesain untuk menghasilkan pemimpin-pemimpin yang terbaik. Maka, jangan heran jika demokrasi prosedural pada kenyataannya justru memunculkan para pemimpin yang berwatak [...]
Antara Artalyta dan Mas/Bang Jaksa
Telah dimuat pada Harian Batak Pos, 16 Juni 2008
Pemberitaan media elektronik dan media cetak dalam sepekan terakhir ini diramaikan dengan tereksposnya dua rekaman percakapan per telepon selular (ponsel) antara seorang warga negara biasa dan dua pejabat tinggi di institusi kejaksaan. Dua rekaman itu masing-masing adalah: pertama, antara Artalyta Suryani dan Jaksa Agung Muda Perdata dan [...]
Kwik Kian Gie for President
Tanggapan atas artikel “Kwik Kian Gie for President” di situs Kabar Indonesia
Kwik Kian Gie (KKG) bukan tipikal pemimpin yang berani. Beberapa tahun silam, waktu dia mengkritik Depkeu, lalu diancam untuk digugat kalau tidak minta maaf, KKG pun segera minta maaf dan menarik kembali tulisannya yang bersubstansi mengkritik itu.
KKG sendiri pernah bilang, dalam sebuah wawancara terkait [...]


