Dimuat pada Harian Investor Daily, 9-10 April 2011
Toleransi yang Tercederai
Oleh Victor Silaen
Dunia mengenal Indonesia sebagai negara pluralis dengan semangat toleransi yang mengagumkan. Namun, eskalasi kekerasan atas nama agama yang terjadi belakangan ini tampaknya mengharuskan kita untuk merevitalisasi semangat toleransi selama ini.
Sebanyak 27 anggota Kongres Amerika Serikat (AS) pada 15 Maret lalu mengirim surat [...]
Rangkuman Tulisan dan Pemikiran Seorang Victor Silaen (VS)
Victor Silaen’s Page
» Currently browsing: Agama
Toleransi yang Tercederai
Pembangkangan Hukum oleh Pemerintah
Dimuat pada Harian Sinar Harapan, 24 Maret 2011
Pembangkangan Hukum oleh Pemerintah
Oleh Victor Silaen
Demokratisasi Indonesia yang bergulir terus ke depan niscaya berdampak positif bagi kemasalahatan negara dan bangsa jika hukum – bukan politik – yang menjadi panglimanya. Itu berarti supremasi hukum dihormati, kepastian hukum berjalan, institusi-institusi hukum dan aparat penegak hukumnya [...]
Bagian dari Masalah
Dimuat pada Majalah Narwastu, Edisi No. 13, April 2011
Bagian dari Masalah
Oleh Victor Silaen
Boleh jadi kalau dulu Gus Dur memimpin negara ini tuntas hingga lima tahun, bukan cuma Departemen Penerangan yang dibubarkannya, tetapi juga Departemen Agama. Sebab meski mengurusi agama, yang secara harafiah berarti ”tidak kacau” (a + gama), [...]
Pentingnya UU Kebebasan Beragama
Dimuat pada Harian Jurnal Nasional, 23 Maret 2011
Pentingnya UU Kebebasan Beragama
Oleh Victor Silaen
Pasca-tragedi Berdarah Cikeusik (6 Februari 2011), apakah yang sudah dilakukan pemerintah terhadap para pelaku aksi brutal yang menewaskan tiga warga Jamaah Ahmadiyah Indonesia (JAI) itu? Di Kupang, 9 Februari lalu, saat memperingati Hari Pers Nasional, [...]
Banalisasi Korupsi
Dimuat pada Harian Suara Pembaruan, 25 Januari 2011
Banalisasi Korupsi
Oleh Victor Silaen
Apa gunanya ada Komisi Pemberantasan Korupsi kalau korupsi bukannya makin berkurang justru makin mengganas? Bukankah kian hari Indonesia kian mendekati negara kleptokrat: negara yang pemerintahannya dikelola oleh para pemimpin yang sebagian besar di antaranya gemar mencuri tanpa merasa [...]
Bencana dan Belajar Etika
Dimuat pada Harian Jurnal Nasional, 11 November 2010
Bencana dan Belajar Etika
Oleh Victor Silaen
Kepergian Gubernur Sumbar Irwan Prayitno ke Jerman, 3 November lalu, langsung disambut kritik dari sana-sini. Tindakan Irwan menunjukkan minimnya etika seorang pemimpin. Pasalnya, rakyat Irwan di Kabupaten Mentawai hari-hari ini sedang dilanda bencana gempa bumi dan tsunami. Di [...]
Stok Teroris yang Tak Pernah Habis
Dimuat pada Harian Jurnal Nasional, 10 Agustus 2010
Stok Teroris yang Tak Pernah Habis
Oleh Victor Silaen
Setelah kedua gembong teroris tewas di tangan Densus 88, yakni Noordin M. Top (17/09/2009) dan Dulmatin (9/03/2010), pada 23 Juni lalu Abdullah Sonata, penyuplai senjata logistik untuk jaringan teroris, berhasil dibekuk di Klaten. Sebelumnya, pertengahan [...]
Pelarangan Ibadah dan Pembiaran Negara
Dimuat pada Harian Sinar Harapan, 5 Agustus 2010
Pelarangan Ibadah dan Pembiaran Negara
Oleh Victor Silaen
Banyak pihak tersentak dan ikut menyoroti kasus beredarnya video porno mirip artis Ariel-Luna Maya dan Ariel-Cut Tari. Termasuk di antaranya adalah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang meminta agar para ulama lebih serius menyelamatkan kehidupan berbangsa dengan menjaga moral, akhlak, [...]
Memenuhi Gizi Anak demi Masa Depan
Telah dimuat pada Harian Suara Karya, 23 Juli 2010
Memenuhi Gizi Anak demi Masa Depan
Oleh Victor Silaen
Bangsa Indonesia memperingati Hari Anak Nasional pada Jumat, 23 Juli 2010. Diperkirakan jumlah anak Indonesia kini mencapai angka sekitar 65-70 juta jiwa, jumlah yang termasuk besar dibanding total penduduk Indonesia yang mencapai angka sekitar 230-240 juta jiwa. Pertanyaannya, bagaimana [...]
Saat Kebenaran Semakin Ditinggalkan
Telah dimuat pada Harian Sinar Harapan, 15 Desember 2009
Saat Kebenaran Semakin Ditinggalkan
Oleh Victor Silaen
Tak dapat disangkal bahwa hari-hari ini rakyat semakin muak menyaksikan coreng-moreng wajah penegakan hukum di dalam negeri. Apalagi setelah mendengar rekaman atas sadapan percakapan Anggodo dengan sejumlah aparat penegak hukum dan koleganya, ditambah lagi dengan sinyalemen [...]


