Dimuat pada Harian Suara Pembaruan, 25 Januari 2011
Banalisasi Korupsi
Oleh Victor Silaen
Apa gunanya ada Komisi Pemberantasan Korupsi kalau korupsi bukannya makin berkurang justru makin mengganas? Bukankah kian hari Indonesia kian mendekati negara kleptokrat: negara yang pemerintahannya dikelola oleh para pemimpin yang sebagian besar di antaranya gemar mencuri tanpa merasa [...]
Rangkuman Tulisan dan Pemikiran Seorang Victor Silaen (VS)
Victor Silaen’s Page
» Currently browsing: Budaya
Banalisasi Korupsi
Bencana dan Belajar Etika
Dimuat pada Harian Jurnal Nasional, 11 November 2010
Bencana dan Belajar Etika
Oleh Victor Silaen
Kepergian Gubernur Sumbar Irwan Prayitno ke Jerman, 3 November lalu, langsung disambut kritik dari sana-sini. Tindakan Irwan menunjukkan minimnya etika seorang pemimpin. Pasalnya, rakyat Irwan di Kabupaten Mentawai hari-hari ini sedang dilanda bencana gempa bumi dan tsunami. Di [...]
Sumpah Pemuda dan Toleransi
Dimuat pada Harian Jurnal Nasional, 28 Oktober 2010
Sumpah Pemuda dan Toleransi
Oleh Victor Silaen
Toleration makes difference possible; difference makes toleration necessary.
(Michael Walzer)
Tanggal 28 Oktober 1928, di Gedung Indonesische Clubgebouw, Weltevreden (kini Gedung Sumpah Pemuda, Jalan Kramat 106), Jakarta, milik seorang Tionghoa bernama Sie Kok Liong, para tokoh pemuda dari berbagai [...]
Mengusangkan Pelarangan Buku
Dimuat pada Harian Jurnal Nasional, 20 Oktober 2010
Mengusangkan Pelarangan Buku
Oleh Victor Silaen
Kita patut menyambut gembira keputusan Mahkamah Konstitusi (MK), 13 Oktober lalu, yang mencabut UU No. 4/PNPS/1963 yang memberikan kewenangan kepada Kejaksaan Agung untuk melarang buku. Terhitung sejak itu berarti pelarangan buku hanya bisa dilakukan setelah ada putusan pengadilan. Demikian [...]
Pancasila sebagai Working Ideology
Dimuat pada Investor Daily, edisi 1-2 Oktober 2010
Pancasila sebagai Working Ideology
Victor Silaen
Tanggal 1 Oktober ini bangsa Indonesia memperingati kembali sebuah hari yang sudah dikhususkan dengan nama “Hari Kesaktian Pancasila”. Nama yang diberikan pemerintah tersebut tentu bukanlah tanpa makna. Tapi pertanyaannya, masihkah makna tersebut kita hayati hingga kini?
Saat [...]
Etos Wakil Rakyat
Dimuat pada Harian Jurnal Nasional, 30 Agustus 2010
Etos Wakil Rakyat
Oleh Victor Silaen
Akhir tahun 2005, DPR memanggil Transparency International Indonesia (TII) untuk meminta penjelasan terkait hasil survei TII yang menempatkan parlemen sebagai lembaga terkorup nomor dua setelah partai politik. Tahun-tahun berikutnya, hingga 2009, tetap saja parlemen diposisikan sebagai lembaga [...]
Koruptor Disambut Meriah?
Telah dimuat pada Harian Media Indonesia, 9 Juni 2010
Koruptor Disambut Meriah?
Oleh Victor Silaen
Di saat batin kita begitu lelahnya menyaksikan praktik korupsi yang bagaikan penyakit akut di negeri ini, sebagian masyarakat, pejabat dan wakil rakyat ternyata malah memberi kontribusi secara tak langsung terhadap perkembangannya. Situasi seperti itulah yang terlihat ketika ratusan [...]
Politik Pencitraan dan Patronase Politik
Politik Pencitraan dan Patronase Politik
Oleh Victor Silaen
Tak disangka-sangka Anas Urbaningrum (AU) berhasil menjadi Ketua Umum Partai Demokrat (PD) dalam Kongres II PD di Padalarang 23 Mei lalu. Tak disangka-sangka pula Andi Malarangeng (AM) kalah telak. Betapa tidak. Dari segi pencitraan, AM punya modal yang jauh lebih besar dibanding AU. Sebutlah, antara [...]
Obama dan Impian Demokrasi
Telah dimuat pada Investor Daily, 17-18 Januari 2009
Tanggal 20 Januari mendatang niscaya menjadi hari paling bersejarah dalam hidup Barack Obama, karena saat itu ia secara resmi dilantik menjadi Presiden ke-44 Amerika Serikat (AS). Bagi AS sendiri, saat itu juga niscaya menjadi hari bersejarah karena Obama akan tercatat sebagai presiden pertama yang berkulit hitam – [...]
Merawat Pluralitas
Telah dimuat pada Investor Daily, 22-23 November 2008
Merawat Pluralitas
Oleh Victor Silaen
Momentum Sumpah Pemuda yang ke-80 tahun 28 Oktober 2008 sudah diperingati oleh pelbagai komponen bangsa. Entah kenapa peringatan kita atas momentum ini tak pernah semarak peringatan Proklamasi Kemerdekaan. Padahal, kalau saja tak pernah ada momentum tersebut, bangsa manakah yang memproklamasikan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945? [...]


