Dimuat pada Harian Sinar Harapan, 24 Oktober 2011
[http://www.sinarharapan.co.id/content/read/demi-menjaga-kewibawaan-hukum]
Demi Menjaga Kewibawaan Hukum
Oleh Victor Silaen
By design, sejak diproklamasikan pada 1945, Indonesia adalah negara hukum. Segenap komponen bangsa ini, terlebih para pemimpinnya, baik itu presiden, menteri, gubernur, bupati/walikota, maupun DPR/DPRD atau DPD, tentulah paham betul soal itu. Apalagi hal ini tercantum secara tegas pada bagian Penjelasan Umum [...]
Rangkuman Tulisan dan Pemikiran Seorang Victor Silaen (VS)
Victor Silaen’s Page
» Currently browsing: Nasionalisme
Demi Menjaga Kewibawaan Hukum
Pemkot Bogor Dikalahkan Mobokrasi
Dimuat pada Harian Suara Pembaruan, 14 Oktober 2011
[http://www.suarapembaruan.com/pages/e-paper/2011/10/14/index.html]
Pemkot Bogor Dikalahkan Mobokrasi
Oleh Victor Silaen
Indonesia adalah negara hukum (rechsstaat). Tapi herannya, ada sebuah putusan hukum yang sudah sekian lamanya tak dihormati oleh seorang walikota, toh walikota yang bersangkutan tidak diapa-apakan sampai sekarang. Ini terkait dengan kasus GKI Yasmin yang terletak di [...]
Menggempur Habis Gerakan Radikalis
Dimuat pada Harian Sinar Harapan, 10 Oktober 2011
Menggempur Habis Gerakan Radikalis
Oleh Victor Silaen
Identitas pelaku bom bunuh diri di GBIS Solo, 25 September lalu, telah terkuak. Pria bernama Achmad Yosepa Hayat alias Hayat alias Ahmad Abu Daud alias Raharjo itu telah masuk daftar buron terkait serangan bom bunuh diri [...]
Kendala Memulangkan Umar Patek
Dimuat pada Harian Jurnal Nasional, 3 Agustus 2011
Kendala Memulangkan Umar Patek
Oleh Victor Silaen
Tanggal 29 Maret 2011 terbetik berita bahwa gembong teroris Umar Patek berhasil ditangkap oleh kepolisian Pakistan. Tetapi, informasi dari militer Filipina menyebutkan bahwa sebenarnya Patek telah tertangkap pada 25 Januari 2011, bersama rekannya warga Pakistan yang diduga [...]
Radikalisme Sudah Sempurna
Dimuat pada Majalah Gaharu, edisi Juni 2011
Radikalisme Sudah Sempurna
Oleh Victor Silaen
Gerakan Negara Islam Indonesia (NII) ternyata sudah menyebar ke mana-mana. Bahkan birokrasi dan partai politik pun berhasil dimasukinya. Tapi herannya pemerintah masih menganggapnya ”biasa-biasa saja”, sehingga sampai sekarang belum menyikapi NII secara tegas. Padahal, konsep dan struktur [...]
Meluruskan Pemahaman Pancasila
Dimuat pada Harian Jurnal Nasional, 1 Juni 2011
Meluruskan Pemahaman Pancasila
Oleh Victor Silaen
Isu radikalisme dalam bentuk Negara Islam Indonesia (NII) menjadi topik utama dalam wacana publik dalam beberapa pekan terakhir ini. Herannya ada pihak-pihak tertentu yang menganggap isu tersebut belum menjadi ancaman nasional. Padahal jika dibiarkan terus, bukan tak mungkin ia [...]
Ancaman Pancasila
Dimuat pada Harian Suara Pembaruan, 9 Mei 2011
Ancaman Pancasila
Oleh Victor Silaen
Indonesia ini aneh. Lazimnya, makin modern suatu negara, makin sedikit energi yang harus dicurahkan untuk mengurusi soal ideologi. Tapi, Indonesia terbalik. Di satu sisi negara ini telah semakin modern secara politik. Buktinya, Indonesia kini diakui sebagai negara demokratis terbesar ketiga [...]
Toleransi yang Tercederai
Dimuat pada Harian Investor Daily, 9-10 April 2011
Toleransi yang Tercederai
Oleh Victor Silaen
Dunia mengenal Indonesia sebagai negara pluralis dengan semangat toleransi yang mengagumkan. Namun, eskalasi kekerasan atas nama agama yang terjadi belakangan ini tampaknya mengharuskan kita untuk merevitalisasi semangat toleransi selama ini.
Sebanyak 27 anggota Kongres Amerika Serikat (AS) pada 15 Maret lalu mengirim surat [...]
Obama dan Bhineka Tunggal Ika
Dimuat pada Majalah Warta Politik, edisi Desember 2010
Obama dan Bhineka Tunggal Ika
Oleh Victor Silaen
Dalam pidatonya di Kampus Universitas Indonesia, Depok, 10 November lalu, Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama antara lain mengatakan, kalau bangsa AS punya semboyan “Unity in Diversity”, Indonesia punya “Bhineka Tunggal Ika”. Memang, sejak dulu orang AS bangga menjadi bangsa AS. Namun, [...]
Sumpah Pemuda dan Toleransi
Dimuat pada Harian Jurnal Nasional, 28 Oktober 2010
Sumpah Pemuda dan Toleransi
Oleh Victor Silaen
Toleration makes difference possible; difference makes toleration necessary.
(Michael Walzer)
Tanggal 28 Oktober 1928, di Gedung Indonesische Clubgebouw, Weltevreden (kini Gedung Sumpah Pemuda, Jalan Kramat 106), Jakarta, milik seorang Tionghoa bernama Sie Kok Liong, para tokoh pemuda dari berbagai [...]


