Telah dimuat pada Harian Media Indonesia, 9 Juni 2010
Koruptor Disambut Meriah?
Oleh Victor Silaen
Di saat batin kita begitu lelahnya menyaksikan praktik korupsi yang bagaikan penyakit akut di negeri ini, sebagian masyarakat, pejabat dan wakil rakyat ternyata malah memberi kontribusi secara tak langsung terhadap perkembangannya. Situasi seperti itulah yang terlihat ketika ratusan [...]
Rangkuman Tulisan dan Pemikiran Seorang Victor Silaen (VS)
Victor Silaen’s Page
» Currently browsing: Politik
Koruptor Disambut Meriah?
Politik Pencitraan dan Patronase Politik
Politik Pencitraan dan Patronase Politik
Oleh Victor Silaen
Tak disangka-sangka Anas Urbaningrum (AU) berhasil menjadi Ketua Umum Partai Demokrat (PD) dalam Kongres II PD di Padalarang 23 Mei lalu. Tak disangka-sangka pula Andi Malarangeng (AM) kalah telak. Betapa tidak. Dari segi pencitraan, AM punya modal yang jauh lebih besar dibanding AU. Sebutlah, antara [...]
Membaca Setgab Koalisi
Membaca Setgab Koalisi
Oleh Victor Silaen
Sejak reformasi bergulir, pasca-Soeharto, stabilitas politik merupakan sesuatu yang amat sulit dicapai. Di satu sisi, transisi demokrasi yang harus dilalui oleh sebuah negara yang sekian lama dikelola secara otoriter memang meniscayakan rawannya instabilitas. Di sisi lain, arena politik yang kian kompetitif akibat munculnya kekuatan-kekuatan politik baru [...]
Tumpukan Kasus di Negeri Lupa
Telah dimuat pada Harian Sinar Harapan, 14 Mei 2010
Tumpukan Kasus di Negeri Lupa
Oleh Victor Silaen
Di bulan Mei, 12 tahun silam, ada beberapa hari yang ditandai dengan dua peristiwa penting yang saling terkait dan berkumulasi hingga akhirnya menimbulkan energi besar bagi rakyat untuk bersatu menuntut Soeharto turun dari jabatannya sebagai presiden. [...]
Demokrasi Biaya Tinggi
Telah dimuat pada Harian Koran Jakarta, 8 Mei 2010
Demokrasi Biaya Tinggi
Oleh Victor Silaen
Membaca hasil diskusi dengan Poppy Dharsono, mantan peragawati yang kini politikus, dalam artikel “Demokrasi Biaya Tinggi” (Koran Jakarta, 27/4/2010) niscaya membuat kita miris sekaligus pesimistik menatap masa depan demokrasi Indonesia. Betapa tidak, Poppy yang relatif sudah terkenal saja [...]
Negara Gagal dan Paradoks Polisi
Telah dimuat pada Harian Sinar Harapan, 4 Mei 2010
Negara Gagal dan Paradoks Polisi
Oleh Victor Silaen
Selasa, 27 April lalu, di Kampung Kongsi, Desa Ci¬beureum, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, sekelompok massa melakukan aksi pembakaran dan perusakan Wisma Badan Pendidikan Kristen (BPK) Penabur. Ditengarai aksi brutal itu dipicu oleh kabar burung bahwa Wisma BPK Penabur akan diubah fungsinya [...]
Demokrasi Politik Uang
Telah dimuat pada Harian Media Indonesia, 28 April 2010
Demokrasi Politik Uang
Oleh Victor Silaen
Pada Forum Ke-6 World Movement for Democracy di Jakarta, 12 April lalu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan, demokrasi di suatu negara tumbuh dan berkembang dengan baik jika prosesnya dilakukan dengan menghindari politik uang. Sebab, politik bukan hanya mereduksi demokrasi atau kedaulatan rakyat, tetapi [...]
Partai Miskin Kader
Telah dimuat pada Majalah Forum Keadilan, edisi No. 01/26 April-02 Mei 2010
Partai Miskin Kader
Oleh Victor Silaen
Pelantun lagu ”Belah Duren” Julia Perez (Jupe) menyentak publik dengan rencananya untuk maju sebagai calon wakil bupati di ajang Pilkada Pacitan mendatang. Banyak pihak merasa keberatan dan seperti kebakaran jenggot menyikapinya.
Belakangan, topik Jupe bergeser ke topik Maria Eva, pedangdut yang [...]
Opsi A & C yang Menggelikan
Telah dimuat pada Harian Suara Pembaruan, 5 Maret 2010
Opsi A & C yang Menggelikan
Oleh Victor Silaen
Sebelum sidang paripurna DPR yang berujung ricuh itu, Selasa 2 Maret lalu, sejumlah anggota Pansus Century bersikukuh agar rekomendasi Pansus nantinya menyebut nama pihak-pihak yang harus bertanggungjawab dalam skandal dana talangan Bank Century. Tidak [...]
Lawan Buku dengan Buku
Telah dimuat pada Harian Sinar Harapan, 13 Januari 2010
Lawan Buku dengan Buku
Oleh Victor Silaen
Sebuah kebijakan politik buruk khas rezim Orde Baru seakan ingin diulangi di era pasca-Soeharto ini. Yakni, melarang beredarnya buku-buku yang dianggap “berbahaya”. Ironis, karena faktanya jumlah buku yang beredar luas masih kurang banyak dibanding jumlah penduduk dan kebutuhan masyarakat itu sendiri jika [...]


