Telah dimuat pada Investor Daily, 22-23 November 2008
Merawat Pluralitas
Oleh Victor Silaen
Momentum Sumpah Pemuda yang ke-80 tahun 28 Oktober 2008 sudah diperingati oleh pelbagai komponen bangsa. Entah kenapa peringatan kita atas momentum ini tak pernah semarak peringatan Proklamasi Kemerdekaan. Padahal, kalau saja tak pernah ada momentum tersebut, bangsa manakah yang memproklamasikan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945? [...]
Rangkuman Tulisan dan Pemikiran Seorang Victor Silaen (VS)
Victor Silaen’s Page
» Currently browsing: Sosial
Merawat Pluralitas
Pesan di Balik Kemenangan Obama
Pesan di Balik Kemenangan Obama
Oleh Victor Silaen
Dunia tanpa dominasi AS akan menjadi sebuah dunia yang banyak diisi dengan kekacauan dan kesemrawutan serta akan lebih tidak demokratis dan tidak memiliki pertumbuhan ekonomi yang memuaskan dibandingkan dengan sebuah dunia di mana Amerika Serikat memiliki pengaruh yang kuat dari negara manapun dalam menyelesaikan masalah-masalah global” (Samuel P. [...]
Merawat dan Memperkuat Ikatan Pemersatu Indonesia
Telah dimuat pada Harian Seputar Indonesia, 30 Oktober 2008
Momentum Sumpah Pemuda yang ke-80 tahun 28 Oktober lalu sudah diperingati oleh pelbagai komponen bangsa. Entah kenapa peringatan kita atas momentum ini tak pernah semarak peringatan Proklamasi Kemerdekaan. Padahal, kalau saja tak pernah ada momentum tersebut, bangsa manakah yang memproklamasikan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945? Tidak jelas. [...]
Pornografi, Demokrasi dan Alinenasi
Telah dimuat pada Investor Daily, 26-26 Oktober 2008
Dari Bali, suara keberatan atas RUU Pornografi kembali disampaikan pemerintah dan wakil rakyat di provinsi seribu pura itu. “Kami selaku Gubernur tidak akan mungkin bisa menerapkan kebijakan dengan menegakkan hukum yang ditentang oleh masyarakat. Terlebih lagi RUU Pornografi tidak sejalan dengan agama dan adat Bali yang menghormati kebinekaan,” [...]
Jakarta untuk Semua?
Telah dimuat pada Harian Batak Pos, 24 September 2008
Masih ingat salah satu tema kampanye yang diusung (calon gubernur) Fauzi Bowo tahun silam? “Jakarta untuk Semua”, itulah jawabannya. Tidak istimewa dan tidak pula menarik, kalau boleh dibilang begitu. Karena, Jakarta adalah ibukota Indonesia dan sebuah metropolitan. Masakan fakta tersebut dapat disangkali dengan menjadikan “Jakarta bukan untuk [...]
Mobokrasi di Pinang Ranti
Telah dimuat pada Harian Batak Pos, 12 Agustus 2008
Sebuah paradoks yang sulit dimengerti sedang melanda Indonesia di era reformasi ini. Di satu sisi demokratisasi bergulir deras, pertanda Indonesia telah kian modern secara politik. Namun di sisi lain, irasionalitas dan imoralitas masih saja melanda banyak orang di berbagai pelosok negeri ini. Bukankah mestinya demokratisasi seiring-sejalan dengan [...]
Buku : Gerakan Perlawanan Rakyat dan Dilema Budaya Batak
Judul Buku: Gerakan Sosial Baru
Sub-judul: Perlawanan Komunitas Lokal pada Kasus Indorayon di Toba Samosir
Penulis: Victor Silaen
Pengantar: George Junus Aditjondro
Penerbit: IRE Press, Yogyakarta
Cetakan: Pertama, 2006
Tebal Buku: xlix + 472 halaman (7 bab, 8 tabel, 3 gambar, 4 lampiran)
Gerakan Perlawanan Rakyat dan Dilema Budaya Batak
Resensi oleh : Paul Makugoru
Setidaknya sudah ada dua buku yang membahas masalah Indorayon [...]
Reformasi, Pers dan Kebangkitan Kesadaran
Telah dimuat pada Harian Seputar Indonesia, 5 Juli 2008
Sebuah penanda penting tentang perubahan di era pasca-Soeharto adalah terjadinya kumulasi aksi unjuk rasa di mana-mana. Pelaku aksi tersebut berserakan mulai dari kelompok mahasiswa, buruh, aktivis organisasi non-pemerintah (ornop), dan kelompok-kelompok lainnya. Isu yang diusung melalui aksi-aksi tersebut pun beragam, baik yang berkenaan dengan aspek ekonomi, politik, [...]
Demokrasi di Antara Rasionalitas dan Moralitas
Telah dimuat di Harian Batak Pos, 3 Juli 2008
Di aras prosedural, melalui pemilu atau pilkada, apakah demokrasi yang bergulir deras di Indonesia pasca-Soeharto telah menghasilkan para pemimpin yang berkualitas? Jawabannya: tidak. Karena, demokrasi memang tidak didesain untuk menghasilkan pemimpin-pemimpin yang terbaik. Maka, jangan heran jika demokrasi prosedural pada kenyataannya justru memunculkan para pemimpin yang berwatak [...]
Sosialisasi Politik yang Menyesatkan
Dimuat pada Harian Seputar Indonesia, 21 Juni 2008
Sebuah Kritik utk Eggi Sudjana & Menag Maftuh Basyuni
Di bidang politik, tak dapat disangkal bahwa Indonesia pasca-Soeharto telah mengalami banyak perubahan. Proses reformasi dan demokratisasi yang tahun ini genap memasuki usia sepuluh tahun kian menjadikan Indonesia sebentuk negara modern, yang di dalamnya setiap warga negara dapat menikmati kebebasannya [...]


